Lebih detail pola makan food combining yang saya copas kan di SINI adalah sebagai berikut : Sistem pencernaan bekerja tanpa henti di tiap siklusnya selama 24 jam.
Pukul 12.00 – 20.00 : Kegiatan utamanya adalah pencernaan / pengolahan makanan.
Pukul 20.00 – 04.00 : Kegiatan utamanya adalah penyerapan makanan.
Pukul 04.00 – 12.00 : Kegiatan utamanya adalah proses pembuangan.
Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Namun kebanyakan dari kita selalu merasa diri paling sempurna. Dalam komunikasi sehari-hari ada tiga kata kunci yang harus sering kita ucapkan. ”Tolong”, ”Maaf” dan ”Terima kasih”. Ditambah lagi satu unsur non verbal yaitu ”Senyum”. Ketiga kata kunci tersebut memiliki kekuatan ang luar biasa. Kalau tidak percaya, cobalah.
Menghargai dan menghormati orang lain, membangun kehormatan pada diri sendiri.
PART TEN JANGAN BERMIMPI BISA MENGUBAH SUAMI
Perkawinan adalah bersatunya dua pribadi yang berbeda. Apakah mungkin sesuatu yang berbeda dipersatukan ?. itulah tantangannya. Jangan pernah berharap pasangan kita berubah. Dalam perkawinan yang baik, laki-laki dan perempuan sama-sama mencoba untuk memperbaiki diri demi orang yang mereka cintai.
Pada awal perkawinan, kedua pasangan saling menginginkan. Pada masa berikutnya mereka saling membutuhkan.
Pada saat kita diliputi emosi/kemarahan, secara tidak sadar kita mungkin mengeluarkan kata-kata kasar. Sebenarnya ini manusiawi saja. Belajarlah untuk menahan emosi. Kata-kata yang kasar ibarat peluru yang ditembakkan ke tembok. Peluru akan menancap di tembok dan meninggalkan bekas atau lubang. Meskipun kita berusaha menambal, bekasnya tetap ada. Kata-kata yang kasar akan mencederai hati.
Cinta berarti tidak pernah mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati pasangan kita.
Profesi yang saya jalani membuat saya setiap hari bertemu dengan orang-orang yang mengalami masalah kesehatan. Dari masalah ringan sampai yang sangat berat. Banyak hal yang saya temukan kemudian bermuara pada satu kesimpulan besar bahwa sebagian besar masalah itu sebenarnya bisa dicegah, dikendalikan bahkan diatasi dengan cara cara yang menurut saya sederhana. Tapi entah karena apa, orang-orang yang memiliki masalah kesehatan kadang begitu over treatment dengan dirinya sendiri, entah karena ketidak tahuan, entah karena ketakutan/kekhawatiran, entah karena image diri ...(???). Kadang saya merasa ini orang koq kayak bangga ya, menderita penyakit tertentu, dibawah treatment dr A, mendapat perawatan tertentu di RS B, atau mendapat tindakan tertentu dengan biaya sekian juta. Entahlah... yang pasti saya lebih lebih lebih suka hidup itu sehat sehat saja.
Akhirnya … dengan perjuangan yang luar biasa … bisa nambah materi juga. Kebetulan beberapa minggu ini semenjak hujan lagi deras-derasnya, kepikiran terus kepengen nanem sirsak di pekarangan yang kosong melompong itu. Beberapa tanaman dah dapet kayak pete ama durian. Mau dikasih mangga, tapi koq nggak sreg. Dah terlanjur ngidam sirsak. Cari kemana-mana nggak dapet. Eh … malah dapetnya dari desa dikasih penjual mie ayam depan kantor. Itu aja setelah curhat setengah putus asa, kemana nyari bibit sirsak. Susah juga lho cuman mau nyari sirsak aja. Tapi kayaknya harus bersabar nanemnya musim hujan tahun depan deh. Habis dapet buahnya. Ada pohonnya nggak tahu ntar hidup apa nggak. Hari ini dianter ke puskesmas, kitanya dah pulang, besok baru bisa bawa pulang. Tapi lumayan sih ada buahnya katanya tau mateng apa belom. Mudah-mudahan bisa mbibit dari bijinya. Bismillah dah …. Buat nambah ilmunya, cari-cari tentang sirsak. Subhanalloh … ternyata luar biasa ni buah.
Dari Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran dan biofarmaka tak ringkasin buat Anda semua.
Tahukah anda, tak semua orang yang saat ini berhasil menjadi pembicara atau pelaku presentasi di muka umum adalah orang yang terlahir dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sebagian dari mereka juga kerap dilanda “demam panggung” ketika harus menjadi pusat perhatian di dalam suatu komunitas. Tak hanya seorang public speaker, staf biasa yang pada suatu ketika harus mengajukan usul dalam ruangan rapat sekalipun bisa saja terserang demam panggung.
Tiada keberanian mengungkapkan pendapat, keberanian tinggal bicara bisik-bisik dengan teman di samping dan di luar forum pertemuan. Ketika giliran punya keberanian harus menyuarakan pendapat, tiba-tiba hilang seluruh rangkaian kata yang sudah disusun rapi dalam benak.
Tak perlu putus asa, ada banyak trik yang bias dilakukan agar rasa percaya diri anda tumbuh ketika berbicara di depan umum.
1.Jaga Kecepatan Bicara
Jaga laju bicara agar tetap moderat, jangan terlalu cepat karena orang akan sulit mengerti apa yang Anda bicarakan. Kebanyakan pembicara yang memiliki rasa percaya diri yagn tinggi akan bicara perlahan namun tidak kehilangan focus atau jadi membosankan.
2.Kembangkan Bahasa
Luangkan waktu untuk meningkatkan kemampuan kosa kata anda. Jangan bicara berlebihan karena akan membuat Anda terlihat kurang cerdas.
3.Gunakan Diafragma
Bicaralah melalui diafragma (rongga dada). Ini akan memberi anda resonansi suara dan proyeksi.
4.Buka Tangan
Guanakan gesture (bahasa tubuh) membuka tangan dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas. Ini akan memberi kesan Anda mengatakan, “Saya tak punya hal yang perlu disembunyikan. Saya hanya bicara yang sebenarnya”.
5.Pelihara Kontak Mata
Sementar anda menyampaikan pesan, sebaiknya lakukan dengan tetap memelihara kontak mata dengan semua lawan bicara Anda agar tidak kehilangan focus saat berbicara di depan umum.
6.Berdiri Tegak
Cobalah untuk selaluberdiri tegak saat bicara di depan umum. Jangan simpan tangan dalam saku celana, dan jangan lupa berikan senyum terbaik Anda.
7.Buang Beberapa Kata
Hilangkan kebiasaan mengatakan, “Eee….,” “Apa itu …”, atau “Anu ….”. menggunakan frase atau kata-kata seperti ini akan membuat Anda terlihat tak percaya diri dan tidak profesional.
Tema pertemuan petugas promosi kesehatan se-Kabupaten Wonogiri tanggal 7 Oktober kemarin adalah advokasi kampanye bebas rokok. Jadi ingat kalo pernah punya coretan kecil tentang rokok, dan dengan sisa tenaga hari ini edit sana-sini saya persembahkan untuk semua.
Pada jaman dahulu, banyak istri yang tidak mengenyam pendidikan terlalu tinggi, tetapi para suami justru senang bercerita pada istrinya. Ini bukan karena istri mahir memberikan saran-saran jitu. Tapi semata-mata karena istri mau mendengarkan keluh kesahnya dengan ikhlas.
Kita mbisa memberi tanpa rasa cinta, namun mustahil mencintai tanpa pernah memberi.
PART FOUR BIARKAN DIA MENJADI PEMIMPIN
Biarkan suami menjadi pemimpin dalam keluarga kita. Beri kesempatan padanya untuk memenuhi tanggung jawabnya. Acungkan jempol untuk suami kita.
Memberi tanpa pernah memperhitungkan biaya – itulah hakikat cinta.
PART FIVE SAUDARA DAN TEMANNYA ADALAH SAUDARA DAN TEMAN KITA JUGA
Sebelum bertemu dengan kita, suami sudah memiliki keluarga dan teman. Jangan sampai kehadiran kita justru membuat hubungan suami dengan saudara dan temannya menjadi renggang. Salah satu cara jitu untuk mencapainya adalah dengan menganggap saudara dan temannya sebagai saudara dan teman kita juga.
Kita tidak menikah dengan satu orang, kita menikahi tiga orang – orang yang kita piker siapa dia, orang yang sesungguhnya, dan orang yang akan muncul sebagai hasil dari perkawinan.
Kata orang jawa, perempuan boleh pinter tapi jangan keminter. Perempuan boleh memiliki kepandaian setinggi langit, mamun jangan pernah merasa dirinya paling pandai. Apalagi sampai memandang rendah orang lain, termasuk suaminya sendiri.
Ketika Adam sendirian di surga, Tuhan menciptakan baginya, bukan sepuluh teman melainkan seorang istri yang baik.
PART TWO JADIKAN ORANG KEDUA MENJADI BAGIAN DARI HIDUP KITA
Dalam budaya jawa yang kokeltivistik, setelah menikah dan memiliki anak biasanya seorang ayah dan ibu tidak lagi dipanggil dengan namanya sendiri. Mereka masing-masing dipanggil sebagai bapak atau ibu dari anak sulung. Missal, bapaknya ….., atau ibunya …….. ini menunjukkan bahwa dalam keluarga jawa tidak ada lagi ‘aku”. Yang ada adalah seorang laki-laki atau seorang perempuan yang telah menjadi bagian dari yang lain yakni anak mereka.
Tidak ada kata menang atas pasangan kita. Yang ada adalah anda berdua sama-sama menang atau sama-sama kalah