Profesi yang saya jalani membuat saya setiap hari bertemu dengan orang-orang yang mengalami masalah kesehatan. Dari masalah ringan sampai yang sangat berat. Banyak hal yang saya temukan kemudian bermuara pada satu kesimpulan besar bahwa sebagian besar masalah itu sebenarnya bisa dicegah, dikendalikan bahkan diatasi dengan cara cara yang menurut saya sederhana. Tapi entah karena apa, orang-orang yang memiliki masalah kesehatan kadang begitu over treatment dengan dirinya sendiri, entah karena ketidak tahuan, entah karena ketakutan/kekhawatiran, entah karena image diri ...(???). Kadang saya merasa ini orang koq kayak bangga ya, menderita penyakit tertentu, dibawah treatment dr A, mendapat perawatan tertentu di RS B, atau mendapat tindakan tertentu dengan biaya sekian juta. Entahlah... yang pasti saya lebih lebih lebih suka hidup itu sehat sehat saja.
Hingga saat saya menemukan metoda atau apalah namanya, berhubungan dengan pola makan yang semakin saya ketahui teramat berpengaruh pada status kesehatan seseorang. FOOD COMBINING. Akan saya tulis ulang beberapa yang saya temukan, semoga bermanfaat.
Apa itu Food Combining (FC)
Pola makan alami yang menjadi dasar FC sebenarnya sudah lama dikenal manusia. Orang pertama yang mempopulerkan pola makan ini adalah Dr. William Howard Hay, ahli bedah ternama pada tahun 1920 (kenapa saya baru sadar diri sekarang ya?). Dr. Hay membuktikan sediri bagaiman FC menyembuhkan penyakit ginjal kronis, pembengkakan jantung dan tekanan darah tinggi yang dideritanya selama bertahun-tahun sembuh hanya dalam waktu TIGA BULAN setelah menjalani pola makan FC. (dan orang lebih suka menghabiskan jutaan bahkan puluhan juta untuk mengatasi masalah itu di rumah sakit dan dokter). Itulah sebabnya ia berkesimpulan bahwa kesehatan dan vitalitas seseorang sangat tergantung pada pola makannya.
Food combining adalah satu cara untuk mendapatkan kesehatan dengan mengatur pola makan yang benar, di mana makanan yang yang asam dan basa harus di pisahkan.
Lalu apa beda FC dengan pola makan 4 sehat 5 sempurna ? Hampir sama sih, hanya saja FC memperhitungkan siklus pencernaan tubuh manusia (pencernaan-penyerapan-pembuangan) yang berlainan intensitasnya pada pagi, siang dan malam. Dalam FB juga diperhitungkan sifat asam-basa makanan, sehingga ada kombinasi makanan tertentu yang tidak dianjurkan karena menghambat kelancaran kerja pencernaan tubuh.
- Siklus pencernaan sangat intensif antara pukul 12.00 dan pukul 20.00. Diantara jam ini, energi tubuh lebih banyak dipusatkan ke fungsi pencernaan. Sepanjang siklus ini merupakan saat yang tepat untuk mengisi lambung dengan makanan padat.
- Siklus penyerapan berlangsung intensif antara pukul 20.00 - 04.00. Sepanjang siklus ini terjadi proses penyerapan sebagian besar zat-zat makanan yang sudah tercerna dan pembagian zat-zat makanan ke seluruh bagian tubuh. Oleh karena itu, tidur terlambat atau makan larut malam dapat mengurangi pasokan energi yang diperlukan untuk proses penyerapan. Hambatan pada salah satu siklus dapat mengacaukan siklus-siklus berikutnya.
- Siklus pembuangan sangat intensif terjadi antara pukul 04.00 - 12.00. Pada siklus ini, energi akan lebih banyak dipakai untuk membantu proses pembuangan. Sampah akan lebih banyak dikeluarkan dalam siklus ini. Banyak orang mengeluh tidak mempunyai nafsu makan pada pagi hari, tapi tidak menyadari bahwa ini adalah hal yang sangat alami. Tubuh sedang mengalami siklus pembuangan, maka tubuh tidak terlalu membutuhkan makanan padat. (misal nasi dan daging) yang sulit dicerna dalam kurun waktu tersebut. Hal ini akan mengacaukan proses pembuangan karena kekurangan energi.
Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak dikombinasikan dimakan secara bersama sama, antara lain :
- Jangan minum susu bersama makan daging
- Jangan makan ayam bersama minum susu
- Jangan makan ikan bersama telur
- Jangan makan ikan bersama daun salad
- Jangan minum susu bersama cuka
- Jangan makan buah bersama minum susu.
Para ilmuwan menemukan bahwa daging ayam mengandung ion positif, sedang susu mengandung ion negatif. Oleh karena ion yang berlawanan, maka akan terjadi suatu reaksi yang bisa merusak anggota pencernaan.
LIKE Fanspage Puskesmas Ngadirojo Wonogiri
LIKE Fanspage Puskesmas Ngadirojo Wonogiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar