Tampilkan postingan dengan label manajemen keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manajemen keluarga. Tampilkan semua postingan

23 Agustus 2014

Management By Love (4)


-->
MANAGEMENT BY LOVE
By Dewi Motik Pramono
"The Series"

PART NINE TIGA KATA KUNCI PLUS SENYUM
Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Namun kebanyakan dari kita selalu merasa diri paling sempurna. Dalam komunikasi sehari-hari ada tiga kata kunci yang harus sering kita ucapkan. ”Tolong”, ”Maaf” dan ”Terima kasih”. Ditambah lagi satu unsur non verbal yaitu ”Senyum”. Ketiga kata kunci tersebut memiliki kekuatan ang luar biasa. Kalau tidak percaya, cobalah.
Menghargai dan menghormati orang lain, membangun kehormatan pada diri sendiri.
PART TEN JANGAN BERMIMPI BISA MENGUBAH SUAMI
Perkawinan adalah bersatunya dua pribadi yang berbeda. Apakah mungkin sesuatu yang berbeda dipersatukan ?. itulah tantangannya. Jangan pernah berharap pasangan kita berubah. Dalam perkawinan yang baik, laki-laki dan perempuan sama-sama mencoba untuk memperbaiki diri demi orang yang mereka cintai.
Pada awal perkawinan, kedua pasangan saling menginginkan. Pada masa berikutnya mereka saling membutuhkan.

Management By Love (3)


-->
MANAGEMENT BY LOVE
By Dewi Motik Pramono
“THE SERIES”

PART SIX MULUTMU ADALAH HARIMAUMU
Pada saat kita diliputi emosi/kemarahan, secara tidak sadar kita mungkin mengeluarkan kata-kata kasar. Sebenarnya ini manusiawi saja. Belajarlah untuk menahan emosi. Kata-kata yang kasar ibarat peluru yang ditembakkan ke tembok. Peluru akan menancap di tembok dan meninggalkan bekas atau lubang. Meskipun kita berusaha menambal, bekasnya tetap ada. Kata-kata yang kasar akan mencederai hati.
Cinta berarti tidak pernah mengatakan sesuatu yang menyakitkan hati pasangan kita.

04 September 2009

Management By Love (1)


-->
MANAGEMENT BY LOVE
By Dewi Motik Pramono
“THE SERIES”
PART ONE BOLEH PINTAR, TAPI JANGAN ………………
Kata orang jawa, perempuan boleh pinter tapi jangan keminter. Perempuan boleh memiliki kepandaian setinggi langit, mamun jangan pernah merasa dirinya paling pandai. Apalagi sampai memandang rendah orang lain, termasuk suaminya sendiri.
Ketika Adam sendirian di surga, Tuhan menciptakan baginya, bukan sepuluh teman melainkan seorang istri yang baik.
PART TWO JADIKAN ORANG KEDUA MENJADI BAGIAN DARI HIDUP KITA
Dalam budaya jawa yang kokeltivistik, setelah menikah dan memiliki anak biasanya seorang ayah dan ibu tidak lagi dipanggil dengan namanya sendiri. Mereka masing-masing dipanggil sebagai bapak atau ibu dari anak sulung. Missal, bapaknya ….., atau ibunya …….. ini menunjukkan bahwa dalam keluarga jawa tidak ada lagi ‘aku”. Yang ada adalah seorang laki-laki atau seorang perempuan yang telah menjadi bagian dari yang lain yakni anak mereka.
Tidak ada kata menang atas pasangan kita. Yang ada adalah anda berdua sama-sama menang atau sama-sama kalah